Ketika Wanita hanya menjadi “SEX TOY”


SamidCorner (Tegal) – Pembaca yang budiman. Wanita sejatinya menjadi sosok yang selalu berada di sisi. Karena wanita itu bukan di depan pria ataupun dibelakan pria, tetapi di sisi, disamping, menjadi pendamping berjalan seiring dan seirama dengan pria menapaki kehidupan. Lalu bagaimana jadinya kalo wanita hanya jadi SEX TOY.

Seperti kata temen saya, “kalo wanita ga di pake rugi seumur hidup”. Halah, ya memang wajar jika wanitanya memang sudah anda nikahi. Nah, kalo belum apa namanya “dipake” itu. Dari “ocehan” teman saya itu, membuat saya berpikir dan coba menelaah maknanya. Menurut hemat saya, kata “dipake” identik dengan kita mencoba tanpa mau tau impact ke depan. Kita “menggunakan” pasangan kita (apalagi belum nikah) dan setelah itu berlalu saja tanpa ada basa-basinya.

Ya, saya maklumi. Jaman sekarang, saat ini, hubungan seperti itu sudah dianggap biasa saja.  Dan sepertinya kurang asik jika pasangannya tidak  “diobok-obok” dan “dicipipi” sedemikian rupa.

Sex Toy, terbesit dalam pikiran saya. Ketika meng-analogika-kan seorang wanita yang hanya menjadi “dolanan” bagi pria. Menjadi mainan untuk kesenangan sex semata dan dinikmati ala kadarnya tanpa ada feedback yang menyenangkan. Tapi, memang iya. Saya pribadi juga tidak mau munafik ketika sedang bersama pasangan sering merasa kurang “ngeh” kalo hanya “gitu-gitu” aja. Walaupun hanya sekedar “memlintir” itu, menurut saya wanita sudah menjadi Sex Toy nya si Pria.

Wanita oh wanita.. mohon maaf kepada semua wanita. Bukan saya menafikan semua jasa wanita yang telah banyak berkorban untuk diri saya, yaitu Ibu. Tetapi inilah kenyataan yang ada di kehidupan yang sekarang.  Semoga menyadarkan anda semua (wahai wanita) agar tidak lagi menjadi Sex Toy bagi Pria.

Dan mohon doanya agar saya senantiasa menghargai dan selalu menghormati kedudukan wanita sebagai tulang rusuk, pendamping hidup dan orang yang berjasa membuat saya ada di dunia.

Advertisements

2 comments

  1. dani sukma · October 25, 2012

    kembali ke pribadinya masing2 mas edu. itu sisi negatifnya pacaran. perkembangan iptek juga ikut andil dg perilaku remaja sekarang. video2 porno yang denga mudah diunduh dari internet, secara ga langsung memotivasi untuk melakukan hal yang serupa. kontrol orang tua juga sangat penting.

  2. Dimas Edu · October 25, 2012

    betul sekali. memang perang orang tua menjadi sangat vital ketika seorang anak sudah mulai mengenal dan suka dengan lawan jenisnya. ya apa yang saya tulis merupakan bentuk realita yang ada sekarang.

    banyak dari temen saya yang berujar “rugi kalo tidak mendapat kepuasan apapun dari pacarnya”. Nah, itu yang kemudian tersirat sepertinya wanita hanya menjadi sex toy.

    Terima kasih atas atensinya. salam kenal dari saya dan semoga sukses.

    #bisa tukeran link mas.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s