Cemas ketika gowes


SamidCorner (Tegal) – Pembaca yang budiman. Hai sahabat gowes semua.. Ya, anda seorang gowes mania alias hobi bersepeda, tentunya punya rasa tersendiri ketika berkeliling sambil menggowes sepeda kesayangan. Apalagi ketika malam tiba, udara dingin semakin menambah asik bersepeda. Namun, apa jadinya kalo kita selalu cemas ketika sedang ber-Gowes ria??

Ya, itu yang saya alami ketika kemarin malam baru saja bergowes. Hobi yang memang sudah sejak kecil. Kebetulan saat itu pertama kali saya menggowes berkeliling kota, karena sudah hampir beberapa bulan vakum tidak menggowes sepede berkeliling kota. Rasa cemas melanda ketika sudah ada di jalanan kota, berebut dengan pengguna kendaraan bermotor, sepeda motor plus mobil yang tidak mau mengalah satu sama lain. Hampir semua badan jalan habis dilibas kendaraan bermotor. Mau pake trotoar, trotoar pun habis digunakan oleh pedagang semakin menambah rasa sengsara saya. Terlebih ketika berada dilampu merah, rasanya saya seperti ada ditengah-tengah medan perang. Arah kiri mau menyalip, dari arah kanan mau menerjang. Semua berbaur laksana medan perang yang dahsyat.

Itulah rasa cemas yang saya dapatkan ketika “saat ini” tahun 2012 saya menggowes sepeda kesayangan saya. Menyalurkan hobi, mencoba hidup sehat, dan tentunya menjaga alam dari semakin parahnya kondisi udara yang ada saat ini. Coba anda bisa lihat sudah penuh  sesak jalanan dengan kendaraan bermotor dan segala bentuk polusinya. Dan huft.. malas rasanya berbicara dengan kondisi yang ada seperti itu.

Yang saya alami kemarin padahal terjadi hanya di kota kecil macam Kota Tegal. Tetapi rasa cemas akan keselematan pengguna sepeda seperti saya rasanya sudah tidak dipedulikan. Seolah-olah pengguna sepeda menjadi warga kelas dua, padahal bayangkan saja kalo misalnya setiap orang mulai sadar akan lingkungan. Lumayan lah bukan saja mengurangi tetapi bisa memperbaiki alam yang sudah kadung rusak ini.

Rasa cemas yang teramat sangat ini yang bagi pengguna sepeda, seharusnya mulai disadari oleh pengguna jalan lain. Mungkin di kota-kota besar macam surabaya, jakarta dll sudah ada jalur khusus pengguna sepede. Tapi apa iya kendaraan bermotor tidak “KORUPSI” menggunakan hak pengguna sepeda?? saya hanya pengguna sepeda, ini bukan keluhan bukan juga tuntutan akan nikmatnya bergowes tanpa rasa cemas. Tapi ini adalah sebagai pengingat saja bagi mereka yang masih bersuka ria dengan kendaraan yang berpolusi.

Bukan saya tidak menyukai dengan kendaraan bermesin, tetapi mulai sekaranglah kita bisa menghargai pengguna kendaraan yang bukan hanya sekedar hobi, tetapi wujud kepedulian terhadap lingkungan yang semakin rusak parah ini. Semoga pesan saya ini bisa didengar dan diresapi serta mulai membangkitkan kesadaran akan perbaikan lingkungan yang harus segera kita lakukan. Walau hanya dengan bergowes ria..

Advertisements

3 comments

  1. Mbagenul · October 15, 2012

    bergowes ria ^_^

  2. jc · October 24, 2012

    bener pak..
    alangkah baiknya dipost ke forum2..
    kayaknya bakal jadi HT..

  3. Dimas Edu · October 25, 2012

    hehehe 🙂 ya belum sempet posting ke forum apapun.. boleh lah dicoba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s