Jelang Tutup Buku : Laba atau rugikah anda?


SamidCorner(Tegal) – Pembaca yang budiman. Menarik sekali sebuah khutbah yang disampai tadi. Membuat saya kembali merenung ke dalam masa-masa yang sudah saya lalui. Tak terasa hampir satu tahun sudah saya melewati hari – hari di tahun ini. Berbagai macam pengalaman hidup yang luar biasa, saya dapatkan dan jadikan pelajaran untuk saya.

Ya, akhir tahun sudah menjadi kebiasaan para pelaku usaha untuk membuat sebuah neraca atau perhitungan jalannya bisnis. Dan dengan neraca itu pula kita bisa tahu kira kira apakah usaha yang kita jalankan itu Untung atau Rugi.

Bertepatan dengan akhir tahun masehi,  kebetulan sebentar lagi akan ada tutup tahun hijriyah dan tutup buku bagi kita sebagai muslim. Tentunya kita sebagai muslim menginginkan surga Allah yang telah dijanjikan. Namun, apakah neraca yang kita buat menghasilkan Untung atau Rugi bagi kehidupan kita?

Evaluasi Neraca Hidup

Ada baiknya anda mulai membuat neraca tentang perjalanan hidup anda. Dimulai dengan dihari pertama pada tahun yang sudah berjalan. Hitung kira-kira berapa jam kita beribadah dan berapa jam kita bergulat dengan urusan duniawi. Dan temukan berapa banyak yang kita habiskan untuk bercinta dengan Allah dan berapa banyak waktu yang terbuang untuk bergulat dengan dunia?

Tapi, jujur secara pribadi saya merasa neraca yang saya buat belum menunjukkan angka positif masih terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia. Layaknya seorang pedagang, dagangan kita tidak laku dan tidak menghasilkan keuntungan.

Jika anda telah menemukan bagaiman neraca kehidupan anda, sudah saatnya anda evaluasi. Pertahankan bahkan tingkatkan jika neraca tersebut bernilai positif, dan mulai buat perubahan yang luar biasa besar jika neraca kehidupan anda menunjukkan nilai negatif.

Mulailah dengan hal yang kecil terlebih dahulu dan terus menutupi segala keburukan dengan kebaikan sehingga mudah-mudahan tutup buku tahun depan dapat bernilai positif yang artinya untung bagi diri kita.

Neraca Allah yang tak terbantahkan

Ya, timbangan di yaumul mizan. Merupakan neraca Allah yang tak mungkin terbantahkan oleh siapapun juga. Disitulah ditentukannya diri kita apakah termasuk golongan orang-orang yang beruntung atau malah menjadi orang-orang yang merugi. Disitu pula segala kebaikan dan keburukan terang benderang dihadapan kita tanpa ada halangan apapun.

Sepertinya kita harus sering – sering membaca dan memaknai serta melakukannya dalam kehidupan sebuah surat AlQuran yang berhubungan dengan waktu yaitu Al-‘ashr (Demi Masa). Memang benar sewaktu dulu masih duduk di bangku SD sering sekali ketika sehabis mengaji atau sekolah guru saya meminta membaca surah Al-‘ashr, baru sekarang saya memahami bahwa waktu sangat berharga sekali dan yang terbuang tidak mungkin kembali.

Dan waktu – waktu itulah yang akan menjadi bahan timbangan di neraca Allah yang agung dan sangat akurat. Waktu – waktu itulah yang menentukkan kelak kita akan menjadi orang yang merugi atau beruntung.

Semoga anda dan saya diberi limpahan rahmat di akhir tahun ini, dan semoga ditahun depan akan semakin banyak waktu kita yang dihabiskan untuk bercinta dengan Allah SWT. Sehingga neraca kita pada tutup buku tahun depan dapat menghasilkan nilai positif alias kita untung di sisi Allah SWT.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s