Ujian disesuaikan levelnya


Samidcorner (Tegal) – Pembaca yang budiman. Bagi anda yang pernah bersekolah? (apa ada yang ga sekolah .. ^_^) tentu pernah mengalami yang namanya ujian. Untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi ujian menjadi syarat utama apakah kita layak di posisi tersebut. Naik kelas kita perlu ujian, kelulusan kita perlu ujian. Ujian menjadi sebuah parameter mengukur kemampuan diri kita memahami materi yang diajarkan oleh guru-guru kita. Dan tentunya jika anda sesuai dengan ekspektasi maka anda akan dinyatakan lulus dan naik ke level yang lebih tinggi begitu sebaliknya anda gagal dan masih berada pada level tersebut.

Ya, berdasarkan analogi tersebut saya jadi merenung tentang setiap detik waktu berjalan yang kita lalui. Penuh ujian, penuh cobaan dan tentunya aral merintang yang senantiasa kita hadapi. Saya lantas berpikir, benar juga ujian akan disesuaikan dengan levelnya. Begitu juga ketika seseorang yang duduk di bangku SD dengan seseorang yang akan masuk ke sebuah Universitas tentu kualitas ujiannya jauh berbeda. Dan akan lebih sulit bagi mereka yang akan masuk ke perguruan tinggi. Semakin tinggi atau sulit ujian yang Allah berikan kepada kita berarti menunjukkan semakin tinggi juga level kita di mata Allah.

Saya jadi sadar, bahwa tak perlu merasa terbebani dengan ujian dari-Nya. Coba ambil saja hikmahnya, susah gelisah, senang bahagia. Semua adalah ujian dari-Nya, butuh kekuatan hati dan iman yang luar biasa untuk menghadapinya. Teringat juga ketika pernah saya membaca kisah Nabi besar kita Muhammad SAW, saat beliau akan hijrah ke Yastrib. Ketika berada di Gua Saur, bersama seorang sahabat. Bagaimana kaum Quraisy memburu beliau, dan hebatnya dengan ketabahan beliau, celah masuk gua pun ditumbuhi tanaman, ada sarang burung bersama burung yang sedang bertelur dan ada sarang laba-laba. Ketika ketakukan sahabat beliau yang mendampingi di dalam gua memuncak tatkala kaum Quraisy mendekati gua. Beliau hanya berkata ” La tahzan, Allah Ma’ana”, Jangan Bersedih Allah bersama kita.

La Tahzan

Jangan bersedih. Itu yang seharusnya kita tanamkan dalam diri kita. Tetap berpikir positif, stay close dengan Allah tentunya. Dan senantiasa mengambil hikmah dari setiap ujian yang mendera. Alangkah manisnya ketika kita memetik buah kesabaran yang memang jujur saja saya rasakan sabar itu begitu berat luar biasa. Tapi, saya langsung berucap syukur yang luar biasa ketika ternyata buah yang ranum dan saya petik dari hasil sabar sangat manis saya rasa.

Pesan nabi tersebut seyogyanya kita jadikan pegangan hidup, biasakan tetap yakin dan optimis Allah akan selalu melindungi kita. Seperti yang sudah saya tulis diatas bahwa semakin tinggi ujian yang datang, berarti semakin tinggi pula level kita di mata Allah. La Tahzan Allah Ma’na, semoga pembaca semua dan saya dapat selalu konsisten menjadi hamba yang selalu stay close dan bahagia dengan segala ujian yang datang dari-Nya. Semoga kehidupan kita membawa berkah dunia dan akhirat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s