Antara Pikiran dan Nafsu


SamidCorner (Tegal) – Pembaca yang budiman. Tulisan ini terinspirasi ketika tadi malam baru saja menyaksikan sebuah acara yang sedikit berbau spiritual, yaitu DUA DUNIA. Tahu kan tentunya acara yang satu ini? Yang belum tahu ya, bisa cari digoogle. Nah apa yang menarik dari tayangan tadi malam? Ada satu hal yang menarik ketika salah seorang yang “katanya” dan keliahatannya sih sedang kesurupan makhluk halus. Dia ngomong dan mengoceh ngalor-ngidul, bercerita macam-macam, tapi ada satu yang membuat menggelitik pikiran saya untuk sejenak merenung tentang kehidupan yaitu sebuah kata “Jika pikiran dan nafsu sudah menyatu, maka hatinya akan buta”. Nah, yang satu ini kemudian membuat saya menulis artikel ini.

Antara Pikiran dan Nafsu

Sejatinya nafsu melekat pada semua makhluk hidup, hewan dan manusia memilik nafsu yang memang fungsinya untuk mempertahankan hidup. Tanpa nafsu makhluk hidup tak akan mencoba bertahan hidup tanpa nafsu makluk hidup akan stagnan tanpa mau bekerja keras mempertahankan kehidupan yang sudah ada. Tapi ada satu hal yang membedakan “kita” manusia dengan makhluk hidup yang lainnya yaitu pikiran.

Quran jelas menyebutkan “hewan melata” untuk setiap makhluk yang tinggal di bumi. Dan Allah baru menyebutkan An-nas atau manusia ketika ada embel-embel bahwa makhluk tersebut dapat berpikir. Ya pikiran atau akal, itu yang membedakan “kita” manusia dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Pikiran yang jernih dapat mengendalikan diri kita untuk “stay close” dengan sang pencipta. Tidak mudah terbelenggu oleh apa yang kasat mata, tidak mudah masuk kesebuah jebakan maut yang tertutupi oleh hal yang kasat mata tadi.

Jika seseorang dapat memisahkan antara pikiran dan nafsu serta lebih penting lagi dominasi pikiran atas nafsu bisa dipastikan nafsu akan selalu tunduk dibawah akal pikiran yang jernih tadi, untuk selalu berbuat sesuai aturan yang telah digariskan Sang Pencipta. Namun, jika antara Pikiran dan Nafsu bersatu dan lebih parah lagi dominasi nafsu atas pikiran bisa ditebak sesuai dengan ucapan sang makhluk halus pada acara TV tersebut “akan buta hatinya, mudah kosong pikiran dan tentunya akan berbuat syirik kepada Allah SWT”.

Menyadari Esensi Makhluk Hidup

Kita sebagai makhluk hidup tentunya harus mengetahui apa esensi kita tinggal di bumi. Allah SWT bisa saja menaruh kita di surga tanpa harus melakukan apapun di dunia. Allah SWT bisa saja tidak menciptakan makhluk untuk menyembah-Nya. Karena ada atau tidak adanya makhluk tidak akan mengurangi dzat Allah SWT yang absolute.

Quran telah menuliskan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia (makhluk hidup) hanya untuk beribadah kepada-Nya. Sudah jelas tujuan utama kita adalah beribadah kepada-Nya. Jalan hidup yang seharusnya selalu berpegang dan berpatokan pada “rules of the game” nya Allah SWT. Bukan untuk menyesatkan diri kita ke lubang yang begitu dalam dan akhrinya menimbulkan kesukaran bagi kita nanti ketika Allah menagih apa yang sudah diperintahkan kepada kita.

Esesensi makhluk untuk beribadah bisa menjadi pedoman diri kita untuk senantiasa ingat dan yakin akan kebesaran-Nya. Tak perlu cemas ketika kita berada pada titik terendah pada kehidupan kita, tak perlu terlalu berlebihan ketika kita berada pada puncak kejayaan kita. Karena sekali lagi, apa yang telah diciptakannya bertujuan beribadah kepada-Nya.

Ya, antara pikiran dan nafsu seharusnya jangan menyatu. Pikiran harus lebih dominan dari nafsu, agar akal kita bisa mengendalikan dan mendorong nafsu ke arah yang lebih mulia. Kita, (saya dan anda) harus memulai mengenal dan memahami esesensi dasar kita berada di dunia. Agar nantinya tidak masuk ke dalam lubang yang membawa kita kepada kenistaan yang abadi. Semoga Allah SWT cepat memberikan petunjuk dan menjadikan kita makhluk yang istiqomah kepada-Nya. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s