Level Sabar Tingkat Dewa


SamidCorner(Tegal) – Pembaca yang budiman. Saya sebagai pecinta el-real (Real Madrid) sedang berbahagia karena baru saja tim kesayangan saya ini lolos ke final liga champions untuk yang pertama kali selama 1 dekade terakhir. Alangkah bahagianya perasaan saya karena sudah beberapa kali masuk semifinal tetapi hasilnya minor alias banyak menelan pil pahit karena gagal lolos ke final. Namun, ada sisi yang menarik yang bisa saya ambil hikmahnya bahkan anda (pembaca) sekalian bisa mengambil dari perjuangan pasukan el-real semalam. Yaitu perjuangan tanpa lelah untuk mencapai puncak tertinggi kompetisi kasta tertinggi eropa.

Perjuangan tanpa lelah yang dipertontonkan Real Madrid adalah bentuk sebuah rasa optimisme tinggi guna mendapatkan hasil terbaik. Bagaimana selama beberapa musim terakhir selalu gagal masuk ke final, padahal sudah begitu banyak duit yang dikeluarkan oleh management klub guna mendatangkan pemain kelas wahid. Tapi nyatanya baru sekarang tahun 2014 El – Real kembali ke final.Hal, serupa juga terjadi pada Bayern Munich yang berhasil meraih trofi liga champions setelah final yang ketiga dengan mengkandaskan perjuangan tim satu negara yaitu Borusia Dortmund.

Oke, disini saya tidak membicarakan tentang sepakbola tetapi saya akan lebih mengulik perjuangan tim-tim besar eropa dan mungkin sebagian penduduk eropa disana tentang arti pentingnya optimisme dalam menghadapi kehidupan. Perjuangan tak kenal lelah sampai titik darah penghabisan menjadi sebuah keharusan bagi tim-tim besar eropa guna memperoleh hasil yang terbaik.

Hal serupa seharusnya bisa kita ambil pelajaran guna mengahadapi kerasnya  kehidupan. Mulai dari mata terbuka dikala mentari menyingsing sampai mata terpejam dipembaringan, kehidupan selalu saja penuh kerikil tajam. Namun, ketika sebuah sebuah kerikil tersebut melukai kaki kita apakah kita akan terus mengeluh dan merasakan sakit yang membuat kita “kapok” untuk terus berjuang. Apakah ketika kita sudah pernah mengalami kegalan kemudian enggan mencoba lagi?

Coba kita tengok Bayern Munich dengan Level Kesabaran tingkat Dewa mampu terus konsisten meraih trofi liga champions. Final 2010 gagal karena kalah 2-0 melawan Intermilan dan selanjutnya lebih pahit lagi karena bukan hanya saja kalah di final liga champions oleh Chelsea lewat tendangan adu penalti tetapi gelar domestik yang sudah di depan mata pun raib dan berhasil dimenangkan oleh rival mereka yaitu Borusia Dortmund. Dan pertanyaannya adalah apakah Munich kemudian kecewa lantas meraka patah arang ?? apakah munich meratapi nasib meraka lantaran gelar meraka hilang semua padahal sudah di depan mata? Tetapi nyatanya Munic tetap konsisten dan kesabaran mereka terbayar lunas karena akhirnya meraih treble winner di tahun 2013.

Alangkah luar biasa sikap kesatria yang ditunjukkan tim besar eropa, perjuangan tanpa lelah dan pantang menyerah menjadi kunci utama dalam memperoleh gelar prestisius dan menempatkan mereka dijajaran elite eropa. Sudah sewajarnya kita meniru dan kita terapkan dalam mengarungi kerasnya kehidupan kita.

Semoga anda dan saya mampu menjadi kesatria yang tangguh dengan memiliki Level Kesabaran tingkat Dewa. Sehingga optimisme selalu menggelayut guna mendapatkan kesuksesan hidup. Saya doakan semoga anda menjadi orang-orang yang sukses. AMin….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s