Sudah tak ada rasa hormat sama sekali


SamidCorner (Tegal) – Pembaca yang budiman. Ya pagi ini (kalo liat di komputer saya waktu menunjukkan pukul 01.27 WIB) saya masih duduk manis di depan Laptop tercinta dan lebih tepatnya lagi saya sedang atau masih ada di kantor. Saya sebenarnya mau menulis sebuah tutorial tapi otak kok rasanya enggan sekali menulis tutorial. Dan akhrinya  menulis sebuah tulisan yang isinya tentang “Gendu-gendu rasa” kalo orang jawa bilang sih gitu, mungkin kalo di bahasa anak sehari – hari ya Curcol alias curhat colongan. “Cie cie anak muda cie” (mengambil dari gayanya mas Dodit). Ya saya ingin curhat tentang mereka – mereka yang sudah tidak punya rasa hormat sama sekali.

Oke, kisah ini berawal dari aktivitas anak muda yang menggeber motor (tapi kalo saya liat sih bukan cuman anak muda saja yang naik motor) dengan keras persis lewat di depan kantor saya karena memang posisi kantornya deket dengan jalan raya. Beberapa klub motor lewat dengan suara yang begitu memekakan telinga. Dan sepertinya bangga sekali ketika mereka membunyikan motornya dengan raungan yang sangat keras. Apa mereka tidak bisa merasakan kalo motornya bikin pusing kepala orang lain?? 😦

Hilangnya Rasa Hormat

Saya masih ingat betul ketika saya masih kecil, bagaimana anak-anak yang tinggal di kampung masih begitu “respect” dengan orang lain. Mereka pasti berpikir ulang ketika akan membuat kebisingan. Tidak semboro dalam bertindak, tidak sembarangan ketika bersuara dan beraktifitas. Namun, saat ini detik ini sepertinya hal yang saya temui sewaktu kecil dulu sudah tidak ada lagi. Entah karena dianggap kurang keren, kurang gaul, lebay bla bla bla sehingga kebiasaan punya rasa hormat ketika akan berbising bising ria hilang entah kemana.

Iya, memang itu hak masing-masing mau menggunakan kendaraan bermotor tapi apa iya tidak menggunakan etika dan tidak memiliki rasa hormat kepada orang lain. Apa tidak punya pikiran bahwa dengan raungan yang keras bisa bikin kepala orang lain seraca pecah? Okelah itu sebuah simbol maskulin, kejantanan seorang pria, tapi bukan berarti mengganggu ketertiban dan ketenangan orang lain.

Ya, hilangnya rasa hormat ini sepertinya sudah merata bukan saja di kalangan anak muda tapi sudah merasuk jauh ke dalam jiwa manusia dewasa. Sehingga tidak ada lagi pegangan bagi yang muda dalam bertindak. Rasa hormat kepada orang lain sudah tidak lagi bisa kita temui. Rasa hormat bukan lagi sesuatu yang sakral, rasa hormat sudah dianggap lebay. Dan akhirnya yang terjadi adalah kehidupan semau-mau saya saja dan yang penting heppy.

Saya hanya berharap semoga saja semua masyarakat negeri ini mulai sadar pentingnya “respect” dan mengerti orang lain, agar keseimbangan alam dan hubungan antar manusia menjadi lebih baik. Ini hanya sekedar curahan hati saya saja. Karena hampir semalam suntuk menahan emosi karena raungan bunyi motor dari para pengendara motor yang sudah parah sekali. Doa dan harapan saya semoga negeri ini kembali menjadi negeri yang indah dan damai, nyaman untuk di huni. Sekian dan terima kasih.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s